Sabtu, 20 Juli 2019

Pentingnya Komitmen Dalam Bekerja



Setiap orang yang bekerja di suatu perusahaan atau organisasi, harus mempunyai komitmen dalam bekerja karena apabila suatu perusahaan karyawannya tidak mempunyai suatu komitmen dalam bekerja, maka tujuan dari perusahaan atau organisasi tersebut tidak akan tercapai. Namun terkadang suatu perusahaan atau organisasi kurang memperhatikan komitmen yang ada terhadap karyawannya, sehingga berdampak pada penurunan kinerja terhadap karyawan ataupun loyalitas karyawan menjadi berkurang.

Komitmen pada setiap karyawan sangat penting karena dengan suatu komitmen seorang karyawan dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dibanding dengan karyawan yang tidak mempunyai komitmen. Biasanya karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara optimal sehingga dapat mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya untuk pekerjaanya, sehingga apa yang sudah dikerjakannya sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.

Beberapa ahli mendefinisikan komitmen organisasional karyawan sebagai berikut:


  1. Mathis and Jackson dalam Sopiah (2008:155) memberikan definisi “Organizational Commitment is the degree to which employees believe in and 2 accept organizational goals and desire to remain with the organization (komitmen organisasional adalah derajat yang mana karyawan percaya dan menerima tujuan-tujuan organisasi dan akan tetap tinggal atau tidak akan meninggalkan organisasi)”.
  2. Mowday dalam Sopiah (2008:155) menyebut komitmen kerja sebagai istilah lain dari komitmen organisasional. Menurut dia, “komitmen organisasional merupakan dimensi perilaku penting yang dapat digunakan untuk menilai kecenderungan pegawai. Komitmen organisasional adalah identifikasi dan keterlibatan seseorang yang relatif kuat terhadap organisasi. Komitmen organisasional adalah keinginan anggota anggota organisasi untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi dan bersedia berusaha keras bagi pencapaian tujuan organisasi”.
  3.  Lincoln dalam Sopiah (2008:155), “komitmen organisasional mencakup kebanggaan anggota, kesetiaan anggota dan kemauan anggota pada organisasi”.
  4.  Blau and Boal dalam Sopiah (2008:155) menyebutkan “komitmen organisasional sebagai keberpihakan dan loyalitas karyawan terhadap organisasi dan tujuan organisasi”.
  5.  Robbins dalam Sopiah (2008:155-156) mendefinisikan komitmen organisasional sebagai “suatu sikap yang merefleksikan perasaan suka atau tidak suka dari karyawan terhadap organisasi.


Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komitmen dalam organisasi adalah sebuah kepercayaan dan penerimaan terhadap tujuan-tujuan dimana seseorang dapat bertahan dengan kesetiaannya demi kepentingan organisasi sehingga terbentuk sebuah loyalitas sehingga membuat seseorang dapat bertahan untuk memelihara keanggotaannya dalam suatu organisasi.

Menurut Meyer, Allen & Smith dalam jurnal Proceeding PESAT Vol.2, komitmen organisasi terdiri dari 3 komponen yaitu:

  1. Komitmen kerja afektif (affective occupational commitment)Komitmen sebagai ketertarikan afektif/psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka menginginkannya.
  2. Komitmen kerja kontinuans (continuance occupational commitment)Mengarah pada perhitungan untung-rugi dalam diri karyawan sehubungan dengan keinginannya untuk tetap mempertahankan atau meninggalkan pekerjaannya. Artinya, komitmen kerja disini dianggap sebagai persepsi harga yang harus dibayar jika karyawan meninggalkan pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka membutuhkannya.
  3. Komitmen kerja normatif (normative occupational commitment)Komitmen sebagai kewajiban untuk bertahan dalam pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka merasa wajib untuk melakukannya serta didasari pada adanya keyakinan tentang apa yang benar dan berkaitan dengan moral.

Namun terkadang ketiga komitmen tersebut tidak semuanya tercapai oleh karyawan terhadap suatu perusahaan atau organisasi, lalu bagaimana untuk dapat meningkatkan komitmen karyawan dalam suatu perusahaan atau organisasi:

Menurut Martin dan Nicholls (dalam Armstrong, 1991) menyatakan bahwa ada 3 (tiga) pilar untuk membentuk komitmen seseorang terhadap organisasi, yaitu:


  1. Menciptakan rasa kepemilikan terhadap organisasi, untuk menciptakan kondisi ini orang harus mengidentifikasi dirinya dalam organisasi, untuk mempercayai bahwa ada guna dan manfaatnya bekerja di organisasi, untuk merasakan kenyamanan didalamnya, untuk mendukung nilai-nilai, visi, dan misi organisasi dalam mencapai tujuannya. Salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa kepemilikan ini adalah meningkatkan perasaan seluruh anggota organisasi bahwa perusahaan (organisasi) ini adalah benar-benar merupakan “milik” mereka. Kepemilikan ini tidak sekedar dalam bentuk kepemilikan saham saja (meskipun kadangkala ini juga merupakan cara yang cukup membantu), namun lebih berupa meningkatkan kepercayaan di seluruh anggota organisasi bahwa mereka benar-benar (secara jujur) diterima oleh manajemen sebagai bagian dari organisasi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk itu, mengajak mereka anggota organisasi untuk terlibat memutuskan penciptaan dan pengembangan produk baru, terlibat memutuskan perubahan rancangan kerja dan sebagainya. Bila mereka anggota organisasi merasa terlibat dan semua idenya dipertimbangkan maka muncul perasaan kalau mereka ikut berkontribusi terhadap pencapaian hasil. Apalagi ditambah dengan kepercayaan kalau hasil yang diperoleh organisasi akan kembali pada kesejahteraan mereka pula.
  2. Menciptakan semangat dalam bekerja, cara ini dapat dilakukan dengan lebih mengkonsentrasikan pada pengelolaan faktor-faktor motivasi instrinsik dan menggunakan berbagai cara perancangan pekerjaan. Menciptakan semangat kerja bawahan bisa dengan cara membuat kualitas kepemimpinan yaitu menumbuhkan kemauan manajer dan supervisor untuk memperhatikan sepenuhnya motivasi dan komitmen bawahan melalui pemberian delegasi tanggung jawab dan pendayagunaan ketrampilan bawahan.
  3.  Keyakinan dalam manajemen, cara ini mampu dilakukan manakala organisasi benar-benar telah menunjukkan dan mempertahankan kesuksesan. Manajemen yang sukses menunjukkan kepada bawahan bahwa manajemen tahu benar kemana organisasi ini akan dibawa, tahu dengan benar bagaimana cara membawa organisasi mencapai keberhasilannya, bahkan sampai pada kemampuan menterjemahkan rencana ke dalam realitas. Pada konteks ini karyawan akan melihat bagaimana ketegaran dan kekuatan perusahaan dalam mencapai tujuan hingga sukses, kesuksesan inilah yang membawa dampak kebanggaan pada diri karyawan. Apalagi mereka sadar bahwa keterlibatan mereka dalam mencapai kesuksesan itu cukup besar dan sangat dihargai oleh manajemen.


Maka dari itu komitmen dalam suatu perusahaan atau organisasi itu penting dan sebaiknya komitmen dilakukan pada saat karyawan pertama kali bergabung dengan suatu perusahaan atau organisasi agar karyawan mempunyai tanggung jawab dalam melakukan pekerjaannya.

Pencapaian Target Kerja

Dalam bekerja dan berkarir, salah satu cara memotivasi Anda sebagai karyawan agar tetap bersemangat tinggi adalah dengan menetapkan target karir yang harus dicapai. Target yang dimaksud bukanlah target yang ditetapkan perusahaan, namun yang di set oleh Anda pribadi. Target yang tercapai akan memberi Anda kepercayaan diri lebih dalam bekerja dan berkarir. Selain itu, pencapaian tersebut juga akan jadi motor yang mendorong Anda untuk terus maju dalam pekerjaan dan karir Anda.

Pencapaian atau target yang ingin Anda raih bisa berbentuk apa saja. Contohnya, Anda ingin menjadi manager dalam waktu 5 tahun, atau Anda ingin gaji Anda naik dalam jangka waktu 6 bulan. Apapun bentuk target itu, pastikan hal tersebut akan mendorong Anda untuk bekerja lebih giat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan target kerja dan karir adalah, Tuliskan target Anda. Tuliskan hal-hal yang ingin Anda perbaiki dalam menjalankan pekerjaan, hal-hal positif dan negatif dari pekerjaan Anda. Kemudian tuliskan target Anda secara terperinci, lengkap dengan target waktu dan usaha yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Lalu jadikan keduanya reminder untuk tetap konsisten meraih target.

Kemudian, Jangan ragu untuk minta bantuan dari orang lain. Saat semangat Anda mulai melemah karena Anda menghadapi kegagalan dan dead lock dalam pencapaian target Anda, carilah dukungan dari orang lain. Bantuan tersebut bisa berasal dari senior Anda di kantor atau siapa saja, dan bisa dalam berbagai bentuk seperti nasehat, mentoring, bimbingan karir dan lain sebagainya.

Bukan itu saja, Lakukan tindakan nyata. Target hanya akan jadi sekedar mimpi jika tidak ada tindakan nyata yang diambil. Cara terbaik adalah dengan kerja keras dan komitmen untuk meraihnya. Jika dalam meraih target Anda perlu mengasah keterampilan Anda, maka carilah jalan untuk belajar. Jika Anda harus lembur demi pekerjaan, lakukanlah tanpa mengeluh.

Review setiap pencapaian . Penting untuk memantau setiap pencapaian yang Anda capai agar Anda bisa mempersiapkan diri maju ke langkah selanjutnya dalam rencana kerja Anda. Review juga bisa jadi bahan evaluasi agar kesalahan dan kekurangan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang. Terbukalah pada setiap kritik dan masukan dari orang lain karena ini juga kesempatan untuk terus memperbaiki performa Anda.

Rayakan setiap pencapaian. Jangan lupa untuk memberikan penghargaan kepada diri Anda setiap kali Anda berhasil mencapai target, sekecil apapun itu. Setiap langkah pencapaian akan jadi motivasi untuk terus meraih target kerja dan karir selanjutnya.

Ingat: Tanpa target, Anda akan berjalan di tempat. Kalaupun Anda memaksakan untuk berjalan, Anda akan tersesat. maka, tuliskan target kerja dan karir Anda sekarang!

Cara Menjaga Kesehaatan Saat Kerja


Bagi pekerja kantoran, setiap hari kita menghabiskan waktu delapan jam bahkan lebih untuk bekerja.

Tak jarang kita pun terlalu banyak duduk dan menatap ke monitor sehingga menyebabkan leher dan pundak tegang, sakit punggung, atau pusing.

Selain itu karena padatnya tugas yang harus dikerjakan, rapat hingga bertemu klien membuat kita tak begitu memperhatikan asupan makanan yang kita konsumsi.

Pola hidup yang kurang sehat tersebut dapat menimbulkan berbagai macam resiko kesehatan, seperti obesitas bahkan penyakit mematikan seperti serangan jantung.

Namun, ada beberapa cara sederhana agar kita tetap sehat selama bekerja, mulai dari perbanyak minum air hingga berjalan kaki.

Seperti yang dikutip dari News.com.au pada Senin (4/4/2016), berikut 10 cara agar tetap sehat selama bekerja.

1. Perbanyak Minum
Faktanya, 70 persen dari kita mengalami dehidrasi. Hal tersebut menyebabkan lesu, kembung, dan hilang konsentrasi.

Berdasarkan pengamatan, jika tak mempunyai mempunyai botol air minum di dekat kita, kemungkinan besar kita tak minum dengan cukup.

Apa saja manfaat air putih untuk kecantikan tubuh?
Walaupun sudah mengonsumsi beberapa cangkir kopi atau teh dan sudah merasa tak haus, namun Anda harus tetap minum air putih setidaknya satu liter setiap harinya agar tetap terhidrasi.

Jadi biasakan menyediakan satu botol air minum yang minimal berisi 600 ml di meja kerja agar tubuh kita terhidrasi dengan baik.

2. Jadwalkan Waktu Makan
Jika tak menjadwalkan waktu makan, maka kemungkinan besar kita akan lupa untuk makan siang. Melewatkan waktu makan dapat mempunyai akibat yang tak baik untuk tubuh, seperti maag dan turunnya kadar gula darah.

Jadi biasakan untuk beristirahat setiap 3 sampai 4 jam kerja dan mengonsumsi makanan sehat agar nutrisi tubuh terpenuhi. Selain tubuh sehat, kerja juga dapat lebih maksimal.

3. Berdiri
Terlalu banyak duduk dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti bertambahnya berat badan, tidak lancarnya aliran darah, hingga meningkatkan resiko serangan jantung.

Hal tersebut dapat disiasati dengan berdiri setiap beberapa menit sekali. Bahkan, kita juga dapat bekerja sambil berdiri dengan meja yang telah dimodifikasi setidaknya dua jam setiap hari.

Selain baik untuk kesehatan, ternyata berdiri yang dilakukan dengan benar juga dapat membakar kalori dan baik untuk tulang belakang.

4. Jauhkan Makanan dari Pandangan
Manusia memang telah diprogram untuk mengonsumsi makanan yang ada di depannya. Jika membawa atau mendapat makanan, pastikan taruh di tempat yang tak dapat Anda lihat.

Selain itu pastikan makan jika benar-benar lapar bukan karena sedang bosan.Menyimpan camilan seperti kacang-kacangan dan kue kering dengan porsi seimbang juga dapat dilakukan agar ketika jadwal makan tiba Anda tidak menjadi rakus.

5. Pergi ke Luar
Penting untuk pergi dan berjalan-jalan ke luar kantor agar mendapatkan udara segar dan juga sinar matahari yang cukup.

Sedikitnya 30 persen orang dewasa Australia kekurangan vitamin D. Hampir sama dengan dehidrasi, kekurangan vitamin tersebut juga dapat menyebabkan kelelahan, nyeri, dan lesu.

Setidaknya sempatkan 10 hingga 20 menit untuk mendapatkan udara segar dan sinar matahari yang cukup.

Makan Siang Itu Wajib!

6. Hindari Camilan Tak Sehat
Sebagian besar orang-orang mungkin gemar ngemil, termasuk saat berada di tempat kerja. Namun seperti yang kita tahu, tak semua camilan mengandung zat yang baik untuk tubuh.

Penuhi kalori yang dibutuhkan tubuh dengan camilan atau makanan yang mengandung banyak nutrisi, vitamin, dan mineral, seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan sehat lainnya.

7. Berhati-hati dengan Rekan Kerja yang Gemar Membawa Makanan
Hampir dapat dipastikan bahwa setiap kantor memiliki orang yang gemar membawa makanan atau dikenal sebagai office feeder. Entah itu dengan membawa brownies atau kue lezat buatannya.BrowniesMungkin sesekali Anda boleh mengambilnya, namun pastikan jangan berlebihan. Kue yang memiliki rasa enak biasanya mengandung gula atau lemak tinggi.

8. Wajib Makan Siang
Makan siang merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan. Dengan melewatkannya, Anda justru membiarkan tubuh untuk semakin ingin mengonsumsi gula dan karbohidrat.

Jika melewatkan makan siang, pada sore harinya Anda akan mengonsumsi lebih banyak makanan. Jadi, jangan lewatkan rutinitas tersebut dan pastinya dipenuhi dengan menu bergizi serta porsi yang tepat.

9. Jalan Kaki
Bagi pekerja kantor, mungkin sulit untuk menemukan waktu berolahraga. Namun dengan berjalan kaki 10.000 langkah sehari dapat membantu kita memiliki tubuh yang sehat.

Berjalan kaki merupakan pilihan sehat untuk pergi ke tempat kerja (Foto: Reuters).
Jika memungkinkan, Anda bisa berjalan kaki ke tempat kerja atau juga menggunakan transportasi umum. Selain sehat, kegiatan tersebut juga dapat membantu menurunkan berat badan.

10. Cari Rekan Kerja yang Mendukung untuk Hidup Sehat
Jika berada pada lingkungan kerja yang sehat, maka hal tersebut mendukung kita untuk mengontrol berat badan dan memiliki pola hidup sehat juga.

Akan lebih baik jika Anda memiliki rekan kerja yang sama-sama memiliki tujuan untuk hidup sehat. Hal ini bertujuan agar pencapaian yang diinginkan dapat diraih karena mendapat pengawasan dan dukungan.

Cara Ampuh Mengatasi Jenuh Saat Kerja

Keseharian yang monoton wajar dapat membuat Anda cepat bosan dan jenuh pada pekerjaan. Hampir semua pegawai pasti pernah merasakan hal yang serupa; kejenuhan yang sangat. Kejenuhan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor contohnya waktu kosong yang terlalu banyak karena telah menyelesaikan satu proyek besar, alokasi waktu yang salah, tanggung jawab dan tugas yang tidak berubah, hingga pekerjaan yang terlalu banyak yang membuat sulit fokus.



Kejenuhan dapat mengganggu produktivitas dan efektivitas waktu kerja, selain itu, kejenuhan juga dapat berdampak buruk untuk kelangsungan karir Anda. Tetapi kejenuhan juga dapat dijadikan motivasi. Cobalah 7 alternatif ini untuk menghilangkan kejenuhan Anda di tempat kerja

1. Ketahui Penyebab Kebosanan
Identifikasi apa penyebab kejenuhan dan carilah solusi atas hal tersebut. Jika jenuh karena pekerjaan yang monoton, Anda dapat berkonsultasi dengan atasan agar ditugaskan hal lain atau bertukar tanggung jawab dengan kolega.

Jika bosan karena tanggung jawab yang terlalu banyak, Anda pun dapat berkonsultasi kepada manajer. Bicara dan ceritakan masalah Anda dengan kolega atau atasan. Dengan ini, Anda akan lebih cepat menemukan solusi dan dengan mudah terhindar dari kejenuhan yang terus menerus.

2. Belajar Hal Baru
Mempelajari hal baru merupakan hal yang pasti akan didukung oleh perusahaan Anda. Salah satu contohnya, Anda dapat mengalokasikan 1 – 2 jam waktu luang Anda untuk menggunakan fasilitas pendidikan gratis online yang telah banyak saat ini.

Anda dapat mempelajari berbagai bahasa asing hingga skill baru seperti skill komputer atau skill bisnis manajemen atau accounting. Kemampuan ini akan membantu meningkatkan kualitas pekerjaan Anda, dan menghilangkan kebosanan.

3. Kembangkan Kreatifitas
Manfaatkan waktu luang untuk mengembangkan kreativitas, buatlah sesuatu berdasarkan posisi Anda di pekerjaan dan kemampuan. Sebagai contoh, apabila Anda seorang manajer perusahaan, maka Anda dapat bereksperimen membuat susunan alokasi tugas dan tanggung jawab.

Apabila Anda bekerja pada bidang komunikasi, tulislah blog atau bagikanlah informasi terkini melalui sosial media. Membuat sesuatu dapat mengembangkan kerja otak dan kreasi dapat bermanfaat untuk Anda dan perusahaan.

4. Eksplorasi Lingkungan Kerja
Mengenali lingkungan kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara; yang pertama adalah dengan berkenalan dengan kolega hingga atasan. Gunakan waktu luang untuk membangun persahabatan antar rekan kerja. Kedua, dapat mengeksplorasi lingkungan kerja dengan mengetahui fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh perusahaan. Ketiga, Anda dapat mengunjungi divisi dan departemen lain untuk mengenal perusahaan lebih dalam. Keuntungannya, Anda dapat mengenal orang baru dan mengetahui hal-hal baru yang dapat membuat lebih betah pada pekerjaan

5. Berpikir Positif dan Bersyukur
Janganlah menganggap jenuh sebagai masalah; tetaplah berpikir positif. Jenuh merupakan hal yang wajar yang akan dialami oleh semua orang khususnya pegawai yang terus bekerja. Berpikirlah positif dan ubahlah kejenuhan menjadi sesuatu yang bermakna.

Bersyukur bahwa banyak orang di luar sana yang mendambakan posisi Anda; pekerjaan yang layak dan penghasilan yang memuaskan. Dengan bersyukur, Anda akan lebih menghargai waktu kerja dan menemukan semangat untuk kembali berusaha.

6. Bersantailah
Memanfaatkan kejenuhan untuk mengistirahatkan otak merupakan hal yang bagus untuk peningkatan produktivitas. Jangan terlalu memikirkan hal tersebut dan bersantailah. Perhatikan sekitar dan anggaplah waktu jenuh sebagai sesuatu yang berharga. Mungkin tiba-tiba teringat hal baru atau menemukan solusi untuk permasalahan pekerjaan.

7. Carilah Pekerjaan Baru
Anda telah mencoba cara-cara di atas, dan tetap saja sering mengalami kejenuhan; mungkin itu adalah tanda bahwa Anda sudah harus mencari lingkungan pekerjaan yang baru. Jangan paksa diri Anda untuk terus bertahan pada pekerjaan tersebut. Kejenuhan dapat menurunkan produktivitas, dan karir yang tidak meningkat.

Ubah Kejenuhan Menjadi Motivasi 

Kebosanan bisa terjadi kapanpun, akan tetapi jangan jadikan kebosanan menjadi alasan Anda untuk bermalas-malasan dan menjadi tidak produktif. Gunakan waktu kejenuhan Anda dengan cara yang lebih produktif dengan melakukan hobi Anda, atau mencari hobi baru yang lebih positif.

Tips Agar Selalu Semangat

Setiap orang pasti ingin selalu semangat setiap hari. Terkadang ada saja rasa sedih, kecewa, marah dan pikiran negatif lainnya yang datang secara tiba-tiba yang dapat mengganggu aktivitas kita.



Agar semangat dan penuh energi positif yuk lakukan hal ini .Namun kita bisa menyiasati itu semua dengan berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa tips agar kamu selalu semangat menjalani hari:

1. Jauhkan handphone untuk sementara waktu

Salah satu momen terbaik untuk menikmati suasana di pagi hari adalah dengan cara menghindari memeriksa handphone atau browsing di internet untuk sementara waktu. Alangkah baiknya jika kita melakukan berbagai macam kegiatan positif di pagi hari atau biasa disebut morning routine.

Salah satunya adalah sarapan yang dapat memberikan energi yang cukup sebelum melakukan aktivitas dan tentunya dapat memberikan nutrisi yang baik untuk otak agar bisa berpikir lebih cepat, mengobrol bersama keluarga yang dapat mempererat keakraban, olahraga agar tubuh selalu bugar dan fit sepanjang hari.

Melakukan pekerjaan rumah dan memasak juga bisa meningkatkan mood agar kamu bisa menjalani hari dengan ceria dan lain-lain. Dengan membiasakan melakukan kegiatan positif tersebut bisa membuat hati kamu semakin bahagia dan tubuh pun menjadi sehat.

2. Menikmati udara pagi

Menikmati matahari pagi dan menghirup udara segar di pagi hari dapat membantu tubuh kamu menjadi rileks dan bisa menyegarkan pikiran. Disarankan untuk melakukan kebiasaan ini setiap pagi karena sangat baik untuk kesehatan kamu.

3. Jangan menunda-nunda pekerjaan

Menurut penelitian, orang yang menyelesaikan pekerjaan dalam satu waktu bisa terhindar dari penyakit darah tinggi dan stress. Yang dibutuhkan di sini adalah niatkan diri kamu untuk fokus terhadap apa yang ingin dikerjakan.

Jika kamu terlalu sering mengerjakan banyak pekerjaan, kamu akan mudah capek sehingga pekerjaan yang benar-benar penting bisa terlewatkan begitu saja.

4. Mendengarkan musiK

Terkadang kita suka bosan dan lelah selalu berkutat dengan rutinitas yang ada di setiap harinya, untuk menghindari kebosanan dan kelelahan tersebut salah satu caranya adalah dengan mendengarkan musik.

Mendengarkan musik merupakan salah satu aktivitas yang melibatkan bagian otak. Selain itu, mendengarkan musik juga membuat mood kamu menjadi lebih baik dan membantu meningkatkan kepercayaan diri.

Rasa bahagia saat mendengarkan musik hampir sama enaknya saat kamu merasakan makanan yang enak. Jadi, jangan lupa selalu mendengarkan musik ya.

5. Tidur Cukup

Jika kita menginginkan kesehatan dan kebahagiaan. Ternyata tidur adalah jawabannya. Tidur bisa sebagai penentu kebahagiaan seseorang. Terkadang di antara kita sulit sekali untuk bisa tidur siang, namun ternyata tidur siang selama 20 menit bisa menyegarkan otak dan pikiran kita setelah melakukan banyak aktivitas.

Jadi saat weekend, sempatkan untuk tidur siang ya. Usahakan untuk tidur jangan terlalu larut malam dan juga biasakan untuk tidak memegang gadget sebelum tidur. Dengan menarapkan kebiasaan ini secara rutin perubahan positif pada tubuh kamu dapat dirasakan dalam kehidupan ke depannya dan di pagi harinya badan pun akan terasa lebih fresh.

6. Sabar, Ikhlas, dan Berdoa

Sabar, ikhlas, dan berdoa merupakan satu paket kebahagian yang hakiki. Apapun cobaan yang kita terima dalam hidup ini, kita harus selalu sabar dan ikhlas. Ingat, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Hanya saja, kita harus selalu berdoa, bersabar, dan ikhlas menerimanya semua cobaan. Suatu saat akan ada kebahagiaan yang datang jika kita selalu menerapkan 3 poin tersebut.

7. Ikuti kata hatimu

Hati tidak bisa berbohong layaknya mulut yang bisa berbohong. Manusia di anugerahkan naluri oleh Sang Pencipta yang agar dapat membantu, membimbing dan melindungi diri kita.

Namun, kamu seringkali terpengaruh dengan lingkungan yang dapat mengalahkan naluri sehingga kamu jadi mudah bimbang dalam menentukan pilihan. Jadi, mulai dari sekarang ikuti apa kata hati kamu dan percaya akan kemampuanmu.

8. Tebarkan senyuman setiap hari

Tersenyum bisa menjadi obat untuk hati dan jiwa seseorang. Janganlah kita menjadikan kehidupan ini sebagai beban, lakukanlah semua dengan tulus dan ikhlas. hiburlah dirimu dengan hal-hal yang menyenangkan.

Tersenyum juga hal yang bisa menular, saat kamu tersenyum maka secara tidak langsung kamu menularkan kebahagiaan. Seseorang yang ramah atau murah senyum seringkali mudah diterima dimanapun tanpa memandang kondisi fisikmu.

Semangat kerja Menurun


Pernah terbangun di pagi hari dan merasa sangat berat untuk ngantor? Sampai-sampai rasanya harus menyeret badan keluar rumah? Kalau iya, wah, sepertinya semangat kerja kita memang sedang menurun tuh.

Memang sih, setiap orang punya waktunya sendiri. Namanya juga manusia, ada kalanya dapat tampil prima tapi tak jarang juga kondisinya menurun. Namun, jangan biarkan penurunannya seperti orang yang lagi terjun payung. Bisa-bisa jadi kalah bersaing dari rekan lain dan gagal mencapai promosi, atau malah kena ancaman PHK? Aduh, jangan sampai deh.

Nah, semangat kerja yang terjun bebas yang sering dirasakan oleh karyawan ini sebenarnya gejala umum saja sih. Wajar terjadi.

Yang harus kita lakukan adalah mencari penyebabnya, agar kemudian kita bisa mengantisipasinya dan bisa mencari solusi yang tepat agar semangat kerja tak tiarap selamanya. Coba cek 5 kemungkinan penyebab semangat kerja menurun ini. Mungkin salah satunya sedang dialami.

Ketika Semangat Kerja Karyawan Menurun, Mungkin 5 Hal Inilah Penyebabnya

1. Beban berlebihan
Kita menangani banyak pekerjaan, sementara waktu yang tersedia hanya sedikit. Plus, tiada dukungan atau bantuan yang membuat kita seperti kehabisan tenaga. Akibatnya, kualitas dan semangat kerja pun menurun.

Untuk yang seperti ini solusinya sebenarnya sederhana saja. Kita bukan superhero yang dapat mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Jadi, setiap pagi sebelum mulai bekerja, luangkanlah waktu sekitar 10 menit untuk mengelompokkan tugas menurut skala prioritas.

Jangan lupa, lengkapi dengan deadline sekalian juga. Tuliskan di atas post-it, lalu tempelkan di tempat yang terlihat. Fungsi utamanya adalah sebagai reminder agar kita selalu berada di jalur pekerjaan yang benar.

2. Kurang wewenang
Kita berada dalam posisi harus memikul tanggung jawab besar tapi tidak disertai wewenang dalam membuat keputusan. Misalnya, adanya campur tangan atasan yang berlebihan sampai ke urusan teknis, standard operating procedure (SOP) yang terlalu kaku, beban kerja yang melebihi job desc, dan sebagainya. Ibaratnya, mau maju perang, tapi sendirian sedangkan musuhnya banyak. Tak heran semangat kerja pun menurun drastis.

Memang sulit ya, berkata ‘tidak’, apalagi pada atasan. Kita–sebagai seorang karyawan–pasti takut dinilai tidak kompeten, atau malah takut mendapatkan sanksi.

Namun, sesekali berkata ‘tidak’ akan membuat kita tetap waras lo!

Yang perlu kita lakukan adalah mencoba mengutarakan apa yang menjadi keberatan kita secara halus. Misalnya, kita bisa mengingatkan pada atasan bahwa tugas yang kita kerjakan sebenarnya di luar wewenang yang kita punya. Jika sudah mengutarakan keberatan, dan atasan masih saja memercayakan tugas tersebut, maka mintalah semua support yang dibutuhkan. Katakan dengan baik, dan atasan pasti tak akan keberatan.

3. Gaji tak sebanding
Coba cek, apakah gaji yang diterima lebih kecil dibandingkan dengan volume pekerjaan? Skema insentif dari target yang ingin dicapai mungkin juga kurang sesuai dengan harapan.

Gaji yang tak sebanding memang bisa membuat semangat kerja menurun, apalagi jika tak terlalu banyak fasilitas yang juga diterima dari perusahaan, seperti tunjangan kesehatan, bonus, dan sebagainya.

Namun, hal ini juga perlu dicek ulang juga. Apakah memang gajinya yang tidak ideal, ataukah kita yang selalu merasa gaji tak cukup? Kalau kita yang selalu merasa gaji tak cukup, nah, berarti permasalahan ada pada diri kita sendiri.

Jika masalahnya adalah gaji yang memang tidak ideal, tidak sebanding dengan beban kerja, kita bisa membicarakannya dengan atasan. Negokan gaji, agar sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab yang dipikul.

Atau, bisa saja karena terjadi perubahan kebijakan yang lebih buruk dari kebijakan sebelumnya sehingga terasa merugikan. Misalnya, penundaan gaji, perubahan menjadi tenaga kontrak, pengurangan tunjangan, ditiadakannya bonus, dan sebagainya.

Yah, meski kalau permasalahannya adalah kebijakan, memang agak sulit Karena kalau kebijakan biasanya akan berlaku massal. Jadi, nggak cuma satu karyawan saja yang terimbas. Semua juga merasakannya. Kalau sudah begini, coba ajaklah beberapa orang untuk menghadap atasan dan membicarakannya bersama-sama. Carilah win win solution yang bisa mewadahi kebutuhan setiap orang.

4. Situasi kantor penuh konflik
Hubungan antar rekan kerja juga bisa memengaruhi semangat kerja. Mau tak mau, kita adalah makhluk sosial, jadi banyak terpengaruh juga oleh lingkungan.

Sering terjadi, pekerjaan di kantor tak kondusif lantaran terjadi pengotak-kotakan penugasan atau antar rekan kerja, yang akhirnya berefek pada meningkatnya isolasi sosial dalam lingkungan kerja. Misalnya, job desc yang terlalu kaku, gaya manajemen “devide et impera” yang suka memelihara konflik, dan sebagainya.

Dalam situasi yang penuh konflik antar rekan kerja memang agak sulit bagi kita untuk bisa bekerja sama. Namun, kalau memang masih betah, coba saja untuk abaikan. Atau, mungkin, kita bisa berinisiatif untuk menciptakan keakraban antar rekan kerja ini. Yang paling mudah adalah dengan mengajak rekan kerja untuk makan siang bersama, atau membuat acara makan bersama di kantor, have fun bareng.

5. Kita mengalami permasalahan keuangan pribadi
Sudah tahu belum, bahwa ada hubungan erat antara permasalahan keuangan pribadi karyawan dengan performa kerja di kantor?

Ada fakta yang menyebutkan, bahwa satu dari lima orang yang berstatus karyawan di dunia ini mengalami stres bukan karena beban kerja yang harus dipikul, melainkan disebabkan oleh permasalahan keuangan pribadi yang mereka alami di luar kantor.

Stres yang terjadi pada karyawan ini lantas menjadi penyebab semangat kerja dan produktivitas menurun, pun meningkatnya intensitas izin sakit.

Jadi, coba dicek. Apakah kita sekarang ini sedang mengalami masalah keuangan pribadi? Terlilit utang, atau ada pengeluaran ekstra yang tak bisa diatasi, ataukah ada yang lain? Jika memang kemudian ditemukan adanya permasalahan-permasalahan keuangan, coba fokuskan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

Jika perlu, coba usulkan pada pihak HR di kantor untuk melaksanakan pelatihan pengelolaan keuangan untuk karyawan, karena karyawan yang bebas masalah keuangan akan menjadi aset berharga bagi bisnis dan perusahaan.


Hal yang Baik Anda Daparkan Ketika Diusia Muda Sudah Bekerja


Bekerja sudah menjadi bagian dari kehidupan orang dewasa. Demi mendapatkan karir yang cemerlang, semua berlomba untuk menjadi yang terbaik.

Khusus bagi anak muda, bekerja keras sedari muda bisa memberi keuntungan tersendiri. Selain pengalaman yang lebih banyak, kamu bisa mempersiapkan jalanmu dengan lebih matang.

Meski lelah karena harus bekerja, setidaknya 5 hal baik ini bisa kamu peroleh karena sudah berusaha keras sejak muda.

1. Kamu sedang memulai langkah untuk mempersiapkan masa depan yang cerah
Dengan kerja keras dari muda, sebenarnya kamu sedang mempersiapkan langkah awal untuk meraih masa depan yang cerah. Kamu meniti tangga satu persatu untuk belajar dari yang paling dasar sampai bisa jadi profesional.

Meski jalanmu masih berat dan berliku, jangan menyerah. Karena pemenang sejati gak akan mudah kalah.

2. Sejak muda, kamu sudah belajar arti tanggung jawab dan kerja kerasBekerja keras dari muda mengajarkanmu arti tanggung jawab yang sesungguhnya. Contohya bagaimana mengatur jadwal dengan efektif, menciptakan peluang dan belajar banyak dari pengalaman.

Kamu punya banyak kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, atau menemukan passion yang sesuai dengan keinginanmu. Tanggung jawab yang kamu emban sejak muda dapat membentukmu jadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

3. Mentalmu juga terlatih agar tahan banting dan tak mudah menyerahTak perlu berkecil hati jika hidupmu tak senyaman teman-temanmu yang lain. Mereka bisa bersantai sementara kamu sibuk mengumpulkan pundi uang.

Kamu memang mengalami rasa sakit yang bertubi-tubi, tapi perlahan, mentalmu sedang di tempa dan dilatih agar sekuat baja. Asal semangatmu tak patah dan terus berusaha, impian dan cita-cita yang kamu impikan pasti bisa didapatkan.

4. Kamu tak menghabiskannya masa muda dengan sia-siaBekerja itu memang melelahkan, tapi tak lebih lelah dari orang lain yang sedang mencari pekerjaan. Dengan bekerja giat, kamu sedang memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.

Waktumu tidak terbuang sia-sia dengan melakukan hal yang tidak berguna. Tenagamu masih kuat dan semangatmu masih membara. Bahkan dari hasil kerja kerasmu, kamu bisa membantu orang tua atau kerabat terdekat. Bukankah itu sangat membanggakan?

5. Semuanya kamu lakukan demi meraih masa depan yang gemilangAda harga mahal yang harus dibayar demi meraih kesuksesan, seperti air mata dan jerih payah dari rasa lelah. Tapi dengan tekad kuat yang diimbangi dengan kerja keras, kamu bisa meraih masa depan gemilang yang kamu impikan. Bersabarlah, kamu pasti bisa melewatinya.

Masa muda adalah saat yang terbaik, oleh sebab itu kamu harus berusaha segiat-segiatnya di usia belia, semangat!